Get Gifs at CodemySpace.com

Kamis, 15 Desember 2011

makalah scanner

       I.            PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Scanner adalah suatu alat yang digunakan untuk menscan suatu mobil yang sudh menggunakan sistem EFI (elektric full injeksion). Di samping itu alat ini dapat mengetahui kerusakan kerusakan yang ada pada mobil yang di scen, seperti kerusakan pada sensor- sensor, mesin, pengapian, bodi dan mash banyak lagi. Scanner sudah digunakan oleh semua pabrika mobil seperti Toyota,Daihatsu,Honda, bahkan pabrikan eropa dan amerika pun sudah menggunakanya.
B. Rumusan Masalah
Adapun masalah yang dapat kita ungkapkan dalam pembahasan ini  adalah sebagai berikut :
1.   Apa pengertian Scanner ?
2.   Bagaimana cara penggunaanya ?

C. Tujuan dan Manfaat Pembahasan
1.      Untuk memenuhi tugas dari dosen mata kuliah Pengukuran teknik
2.      Mengenal dan memahami pengertian Scanner,
3.      Memahami cara penggunaan scanner.







    II.            PEMBAHASAN

A.          Pengertian Scanner
Scanner adalah suatu alat yang digunkan untuk menscan suatu mobil yang sudah dilengkapi dengan suatu sistem EFI (elektric full injeksion), dengan cara mendapatkan data dari ECU suatu mobil tersebut dan ditampilka dilayar scanner itu sendiri.
Engine Scanner merupakan Scan/analisa mesin injeksi yang berfubgsi untuk mencari kerusakan pada mesin injeksi dengan cara menyecan data dari ecu unit, untuk kecepatan scan tentu jauh lebih cepat dari berfikir dengan otak kita, karena Engine Scanner membaca data error yang di kirim Ecu Unit dengan cepat.
B.           Fungsi Scanner
   untuk mendeteksi kerusakan system electronic kendaraan terutama yang berhubungan dengan input sensor. Sistim electronic untuk kendaraan banyak macamnya, misalnya untuk mesin ( EFI ), untuk rem ( ABS dan EBD ), untuk bodi mobil ( BCM ), untuk transmisi ( ECT or TCU or EGS ) dan bisa juga untuk system AC dan juga power steering.
1.             DTC ( diagnostic trouble code ) yaitu kesalahan system electronic yang disebabkan oleh sensor-sensor, atau part lain yang mungkin bisa dideteksi oleh ECU.
2.              Clear DTC/Erase DTC, fungsi untuk menghapus DTC.
3.             DATA STREAM, yaitu untuk mengeluarkan digital data dari system yang kita check ( engine, rem, tarnsmisi dsb )
FUNCTION TEST / TEST UNIT/ ACTUATION TEST, yaitu menu scanner yang berguna untuk menjalankan test-test tertentu, missal mematikan injector, mematikan coil, menjalankan pompa bensin, menjalankan kipas radiator, menjalankan ISC dsb. Sifat operasional dari test ini sementara, krn hanya untuk memeriksa bahwa system tersebut kerja atau tidak. Ada beberapa mobil yang menyediakan fungsi ini untuk mengatur CO, mengatur timing dan juga mengatur rpm.
C.          Cara Pemakaian Scanner

1.              Hubungkan unit scanner dengan " socket diagnostic kendaraan" melalui kabel DLC dan socket adaptor yang telah disediakan dalam paket pembelian. Untuk pencarian dimana letak "socket diagnostic kendaraan " ikutilah petunjuk dibawah ini :
a.               Toyota, letak diagnosticnya ada diruang mesin ( 17 pin ) atau  dibawah dashboard ( 16 pin ). OBD 16 pin biasanya  digunakan pada kendaraan tahun muda  (2000an ke atas, Innova, Avanza, Rush, Fortuner, Yaris, Ist, Alphard, Raum, Volt ), sedangkan untuk 17 pin adaptor biasanya untuk mobil yang agak tua ( kijang EFI, Great/New/All new Corolla, Soluna, Cressida, Corrona ).
          Khusus teknologi mobil terbaru, menggunakan socket CAN/OBD. Pilihlah software scanner, sesuai dengan system socket yang tersedia. Khusus untuk socket OBD/16 pin atau CAN/OBD, memang agak mirip, oleh karenanya kedua socket tersebut bisa dicoba, sesuai mana software yang cocok. CAN/OBD terutama untuk mobil generasi terbaru.
b.       Honda, leatk socketnya semuanya ada di dashboard dalam, hanya untuk mobil lama menggunakan 3 pin socket , dan letak socketnya didepan penumpang agak kekanan atau disebelah kiri. Mobil yang masih menggunakan socket ini misalnya Genio, Ferio, Maestro, CRV th 99, City Z, Legend dsb. Sedangkan untuk mobil baru biasanya menggunakan socket OBD 16 pin, misalnya mbil Jazz, CRV, New CRV, City, New City, New Civic, New Accord dsb. Letak socket OBD 16 pin, ada didepan pengemudi.
c.       Suzuki dan Daihatsu, kedua type mobil ini sudah menggunakan adaptor socket OBD 16 pin dan letak socketnya dimobil ada dibawah dashboard kemudi, agak kekiri.

d.               Mitsubhisi, mobil ini letak socketnya juga ada di dashboard kendaraan dibawah kemudi. Namun ada yang menggunakan OBD+12 pin dan OBD 16 pin saja. Kedua type socket ini juga telah disediakan dalam paket JBT.
e.               Mazda, mobil ini juga menggunakan dua type diagnostic socket, yaitu 17 pin ( letaknya di ruang mesin ) dan OBD 16 pin ( letaknya didashboard dibawah kemudi.). Sedangkan mobil terbarunya sudah menggunakan socket CAN/OBD.
f.               BMW, juga menggunakan dua type socket diagnostic socket, yaitu, 20 pin bulat yang letaknya di ruang mesin dan OBD 16 pin yang letaknya didashboard bawah kemudi.
g.               Mercedez Benz, menggunakan empat type adaptor socket, yaitu 38 pin bulat, 8 pin kotak dan 16 pin kotak, semuanya itu ada di ruang mesin. Sedangkan satu type lagi OBD 16 pin berada dibawah ruang kemudi.

2.              Setelah kita menghubungkan scanner tersebut dengan mobil leawt socket-scoket adaptor tersebut, maka putar kunci kontak ke posisi ON.
3.              Tekan tombol power scanner ( warna merah ) sehingga unit scanner hidup.
4.              Tekan tombol OK, kemudian pilih jenis mobil dari benua mana ASIA ( Jepang, Korea, Malaysia, China ) atau Europa (German, Italy or Perancis ) atau juga mobildari Amerika . Gunakan tombol anak panah naik turun.
5.              Pilih Autodiagnosis, kemudian pilih system electronic yang akan ditest, misalne Engine, transmisi, rem dsb dan akhiri dengan tombol OK.
6.              Dari pemilihan deteksi system tersebut akan muncul DTC, Clear DTC, DATA Stream dan juga Test function.
Jalankan menu-menu tersebut sesuai dengan keperluan service yang kita kehendaki.
D.      Tips Penggunaan Scanner
Gunakan scanner secara urutan yang benar, mulai dari memasang socket adaptor di mobil, menghidupkan kunci kontak baru menghidupkan scanner. Selanjutnya lakukan langkah men-scan kendaraan tersebut, mulai dari memilih benua pembuat kendaraan ( ASIA, Europe, US ) dan dilanjutkan Negara pembuatan kendaraan tersebut. Jika sudah memasuki nama MERK kendaraan, pastikan type socket yang dipakai di kendaraan tersebut. Selanjutnhya jika ingin menghidupkan kendaraan, matikan dulu scanner tersebut.
E.   Cara Perawtan
1.      Jangan di dekatkan dengan medan magnet.
2.      Jika ingin menghidupkan kendaraan, matikan dulu scanner    tersebut. Agar scanner tidak rusak.
3.      Sebelu dan sesudah memakai lalat bersihkan terlebih dahulu.








 III.            PENUTUP

A.    Kesimpulan

Dimasa moderen perkembangan teknologi semakin pesat khususnya di  teknologi pada pembuatan mobil dan mobil itu sendiri. Seperti skarang telah tercipta suatu alat yang bisa mengetahui kerusakan suatu mobil dengan hitungan menit, sehingga mempermudah para mekanik untuk memperbaiki suatu mobil.
            Namun alat ini berharga sangat mahal, sehingga bengkel-bengkel jalanan sangat sedikit yang menyediakan alat sacanner ini, sehingga para pengguna mobil yang sudah memakai sistem EFI, haruslah ke bengkel resmi atau pun bengkel jalan yang sudah besar, sebagai contoh bengkel yang berada di daerah pekalongan adalah Nasmoco pekalongan, Honda,mitsubishi,daihatsu itulah bengkel resmi yang pasti menyediakan alat scanner dan untuk bengkel jalanan adalah bengkel Gajah Mada. walaupun bengkel bukan resmi, tapi bengkel ini sangat besar dan berkulitas standar bengkel resmi umumnya.

B.   Saran
Bagi para mahasiswa UMP hususnya prodi pendidikan teknik otomotif, jangan sampai kita tertinggal oleh perkembangan teknologi , karena pada masa modrn kali ini perkembangan teknologi sangat pesat.
Khusunya mengenai alat scanner, belajarlah cara penggunaanya agar kita menjadi guru yang profesional.




DAFTAR PUSTAKA

1.      Pedoman Reparasi mesin K3-VE Avanza F601RM.
2.      Trening manual toyota computer-controlled system (TTCS).
3.      Buku MODEL : Seri F6 01 RM.


Senin, 12 Desember 2011

WHEEL BALANCE

Wheel balancing atau biasa disebut dengan balancing adalah tindakan untuk membuat roda dapat berputar pada segala kecepatan tanpa menimbulkan getaran. Hal ini dapat dilakukan dengan mencari titik terberat dalam putaran roda dan melakukan kompensasi dengan memberikan pemberat pada sisi lainnya.

 
A.    Pengertian Balance Roda
Balance adalah kondisi yang seimbang dari sebuah obyek yang berputar. Balance dibagi menjadi dua jenis yaitu static balance dan dynamic balance. Static balance adalah keseimbangan bobot dalam arah radial pada kondisi statis, sedanagkan dynamic balance adalah keseimbangan bobot dalam arah aksial pada kondisi berputar.
 
A.    Static Balance
Titik yang berjarak/ berjari-jari sama dari poros harus mempunyai bobot yang sama, sehingga jika roda diputar titik sembarang/ tertentu dari roda akan dapat berhenti pada sembarang posisi. Kondisi inilah yang disebut static balance.
 Jika roda yang dalam keadaan unbalance berputar maka gaya centrifugal yang bekerja pada titik unbalance akan lebih besar, sehingga akan cenderung menarik keluar dari poros dan menyebabkan gaya pada poros menjadi tidak seimbang. Hal tersebut dapat menyebabakan poros menjadi bengkok dan atau menyebabkan getara radial pada saat roda berputar.
 Dengan menempelkan beban yang sama dengan bobot unbalance pada titik yang posisinya berlawanan (180) maka ketidakbalanan (unbalance) dapat dihilangkan sehingga efeknya juga akan ikut hilang, karena gaya centrifugal yang bekerja pada semua arah sama besarnya.
 
Pada aplikasinya, memasangkan bobot balance di telapak ban sangat sulit dilakukan, sehingga untuk mengantisipasi hal tersebut pemasangan bobot balance dibagi menjadi 2 dan dipasang pada sisi pelek.

A.    Dynamic Balance
Ada dua macam run-out yaitu radial run-out dan lateral run-out. Radial run-out adalah ketidaksempurnaan bentuk lingkaran dari roda. Ketidaksempurnaan tersebut disebabkan oleh kondisi ban, pelek dan posisi axle hub yang tidak tepat. Roda dengan radial run-out jika berputar, radius putarnya akan berubah-ubah sehingga akan menggetarkan body dan steering. Lateral run-out adalah fluktuasi ban pada arah aksial yang akan mengakibatkan keausan ban tidak normal pada ban dan pengemudian menjadio tidak stabil. Penyebab lateral run-out adalah dinding sampin ban yang bengkok, rim yang rusak dan posisi axle hub yang tidak tepat.